Kamis, 19 Maret 2015

JANGAN UCAPKAN INI PADA ANAK


Ketidaksepahaman orangtua dan anak kerap terjadi. Akhirnya, pertengkaran tidak bisa dihindari.

Fayanisa Dwityarani, M.Psi, Psikolog permasalahan remaja dari Kassandra & Associate Jakarta, menyarankan agar para orangtua menghindari kata-kata yang menyalahkan.

Fokuslah pada apa yang ingin Anda sampaikan. Berikut beberapa bahasa yang sebaiknya tidak Anda gunakan saat bertengkar.

Hindari menggunakan kata 'selalu' atau 'kebiasaan'. Misalnya, "Kamu selalu saja membuat orang menunggu terlalu lama."

Jangan membandingkan satu anak dengan lainnya. Misalnya, "Kakak kamu bisa nilai rapornya selalu bagus, kenapa kamu tidak bisa seperti dia sih?"

Ketika bertengkar, sebaiknya Anda tidak menggunakan pengalaman Anda sebagai tolok ukur. Hindari kata-kata, "Zaman dulu Mama nggak pernah naik mobil ke sekolah..." atau "Ketika Mama seumur kamu...."

Hindari juga perkataan diktator seperti, "Ya karena mama bilang tidak boleh ya tidak boleh, titik!" (ins)

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

"Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah," ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis "The Calm Parent: AM & PM".

"Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri," ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara."


Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

1.       "Aku tidak peduli."

Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.

Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

2.       Kamu  kan sudah besar”

Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.

3.       "Minta maaf!"

Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.
Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk
SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan yang ingin ditanamkan.

4.       "Masak nggak bisa juga?"

Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar ini akan menjatuhkan mental mereka.

Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

SARAN: Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.

5.       "Ditinggal ya!"
Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia: "Ditinggal ya!" Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu memberikan ancaman kosong.

SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.






Email dari Teman


CURAHAN HATI SI KECIL

 

 

Bunda....Aku senang sekali ketika masih dalam perutmu

Aku selalu bermain, terbang, tersenyum dan tertidur

Disana hangat lho bun.....

 

Ayah.... ketika aku masih dalam perut bunda

Sering sekalli aku rindu padamu

Sehingga aku sering sekali memukul dan menendang perut bunda

Hanya untuk bisa mendapatkan doa dan sapaan hangat mu yah....

Maafkan aku ya bun.... seandainya tendangan dan pukulanku membuat tubuhmu sakit

 

Ayah.... Bunda....

Sekarang ini aku sudah menghirup udara luas

Bantu tubuh lemahku ini ya...

Biar aku bisa tumbuh dengan penuh cinta dan keteladanan

 

Ayah……Bunda.....

Tubuhku kini semakin hari semakin tumbuh

Aku tidak hanya butuh nutrisi makanan semata

Aku juga butuh nutrisi kasih sayang serta kelembutan kalian

Tapi.....

Seandainya perilaku ku ini tidak berkenan di hati kalian

Tolong maafkanlah aku....

Karena aku masih membutuhkan bimbingan cinta kalian

Aku sedih jika disebut anak nakal.....

padahal apa yang aku lakukan hanya semata melepaskan rasa penasaranku saja

 

......Aku memang belum tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik

......mana yang boleh dilakukan dan mana tidak boleh dilakukan

......mana yang berbahaya dan mana yang tidak berbahaya

 

Ayah……Bunda....

Bimbinglah mata, telingga, penciuman, lisan, tangan, kaki, hati dn tubuh ini

Ke jalan yang baik sesuai ajaran Nya

Bimbinglah aku dengan penuh keikhlasan dn kesabaran kalian

 

Ayah……Bunda....

Antarkanlah hidup kami dengan kecintaan pada Illahi Robbi

Senadungkanlah dengan doa-doa terindah kalian

Agar kami bisa menjadi generasi yang shaleh...

 

Peluk dan cium dari tangan kami yang mungil ini untuk Bunda dan Ayahku tersayang

Rabu, 18 Maret 2015

Alhamdulillah... Dede tidak ngompol lagi

Hari ini, bunda mau mencoba dede untuk  TIDAK PAKAI DIAPERS saat tidur malam.
Pertama tama bunda bilang dulu kepada dede, kalo malem ini gak pakai "mpers" (sebutan diapers).
Dede sempat bertanya: "kenapa dede gak pake mpers bun"
Bunda: "karena dede sudah besar dan bentar lagi kan mau sekolah, malu kan nanti kalo sekolah pake mpers?"
Dede: menganggukkan kepala
Sukses!!! hari pertama lepas diapers tidak ngompol.
Pagi itu juga bunda kasih jempol ke dede, kalau dede pinter dah gak ngompol lagi, dan adikpun menjawab "kan dede super bun".
dalam hati bunda " kan tadi malem bunda bangunin dede untuk BAK (Buang Air Kecil)"
Hari kedua tidak ngompol, wah sudah berhasil nih lepas diapersnya.
Hari ketiga.... yah ngompol lagi..., iya sih karena semalem bunda ketiduran jadi gak bangunin dede BAK.
Ya begitulah, tidak hanya anak saja yang aktif bunda juga harus semangat dan sabaaar.
 
DAN SEKARANG dede sudah TIDAK NGOMPOL lagi.
Kalau  sesekali  ngompol  lagi, maka tanya ke anak kenapa kok dede ngompol? dan bunda harus cari solusinya, jangan sekali-kali memarahi anak karena masih ngompol.
 
Ngompol adalah hal yang wajar bagi anak kecil, sampai usia mereka beberapa tahun. Bukan perkara mudah memberi pelajaran anak untuk tidak ngompol. Karena jika tak tahu triknya, orangtua bisa stres karena masalah sederhana ini.
 
Berikut ini ada beberapa TIP agar anak atau buah hati anda TIDAK NGOMPOL lagi saat tidur atau saat bermain:
  1. Sebenarnya mudah agar anak atau buah hati anda tidak mengompol lagi, tergantung pada orang tuanya. Bila orang tuanya malas untuk mengingatkan anak untuk BAK di toilet dan anda selalu membiasakan buah hati anda memakai diapers akan sulit bagi anda untuk menghentikannya agar tidak ngompol lagi
  2. Jangan biasakan anak anda memakai diapers. Karena dengan dibiasakn anak anda memakai diapers akan membuat anak anda malas berkata mau pipis,  akan makin cuek bila ia pipis dicelana karena dia sudah terbiasa pipis memakai diapes dan tidak pipis di toilet.
  3. Usahakan Anda mengajak si kecil untuk BAK setiap 2-3 jam sekali. Atau kalau si kecil tipe anak yang gemar minum, tentunya kita bisa mengusahakan lebih sering lagi. 1 jam sekali, misalnya.
  4. Sebelum tidur siang/malam, usahakan si kecil pipis BAK terlebih dahulu.  untuk mengurangi resiko mengompol saat tidur.  .
  5. Sebelum si kecil berangkat tidur, usahakan ia minum susunya terlebih dahulu. Kemudian, 2 atau 3 jam setelah itu, Anda membangunkannya untuk BAK ke kamar mandi. Setiap malam, Anda bisa membangunkannya sekitar 2-3 kali untuk BAK tergantung berapa sering anak BAK. Bila anda secara rutin mengajarkan dan membiasakan hal ini pastinya buah hati anda akan terbiasa
  6. Sebelum bepergian, ada baiknya selalu biasakan anak untuk BAK terlebih dahulu, terutama bila bepergian jauh.
  7. Ajarkan kepada anak untuk selalu memberitahu orangtua untuk pergi ke toilet bila akan BAK/BAB, baik di rumah maupun di tempat umum.
  8. Secara berkala, tiap beberapa jam sekali, tawari anak untuk pergi BAK di toilet, agar si anak terbiasa
  9. Jangan pernah memaksa anak, anak-anak akan cenderung memberontak dan malah trauma. Lakukan secara perlahan dan konsisten. Beritahukan dengan bahasa yang dimengerti oleh anak-anak. Berikan contoh kakak-kakak atau teman-temannya yang lebih besar yang sudah tidak mengompol lagi
  10.  Bila buah hati anda sudah umur 4 atau 5 tahun masih ngompol beri mereka peringatan bila masih mengompol tidak boleh tidur dikamar dan tidak boleh minum susu atau diajak untuk membersihkan bekas ompolnya. Biasanya bila anak diberi peringatan akan mengerti dan ia akan ingat harus buang air kecil dulu biar nantinya tidak mengompol pada saat tidur.
  11. bila anak anda sudah memasuki usia sekolah dasar tapi masih mengompol biasanya itu faktor keturunan dari orang tuanya. Mungkin dari salah satu orang tuanya waktu kecil masih sering ngompol dan biasanya juga akan berhenti dengan sendirinya bila sudah bawaan susah dihentikan. Nantinya anak anda akan malu sendiri bila ia sudah besar masih ngompol.

Demikian tips agar buah hati anda tidak mengompol lagi semoga bermanfaat untuk anda semua.

Ajarkan anak melakukan sesuatu dengan baik sejak dini agar anak nantinya terbisa melakukan kebaikan.  Tanamkan lah disiplin pada anak sejak dini bila anda menanamkan disiplin pada anak akan berbuah manis nantinya.
 

Senin, 16 Maret 2015

CERITA SEBELUM TIDUR

Bunda.... Tiga yaa... lima yaa..
Begitulah teriak kaka dan dede sebelum tidur.
Sudah menjadi kebiasaan setiap hari , sebelum tidur anak-anak minta diceritain.
Karena anak-anak minta diceritakan dengan 3 judul atau 5 judul tiap malam, maka  dicariin cerita yang pendek-pendek hehehehe.....
Tapi cerita pendek, lama juga lho selesainya... habis baru baca 2-3 baris sudah muncul pertanyaan yang sambung-menyambung.
Memang diperlukan kesabaran dalam bercerita kepada anak-anak, karena keingintahuan anak yang besar dan kata-kata baru yang belum diketahui anak, sehingga kita sebagai orang tua harus menjelaskannya dengan bahasa yang dimengerti anak.
Pernah suatu saat, kaka dan dede tanya, "mengendap-endap itu apa bun..." karena untuk menjelaskan dengan kata-kata susah maka bunda pun menjelaskan dengan gerakan.
Bagaimana nih.... kalau bunda lagi capek banget!!!!...apakah ceritanya absen...
Oooo tentu tidak...pasti deh kaka n dede akan menangis. Akhirnya kalau sudah begini, bunda cerita tentang kisah nabi atau cerita waktu kaka atau dede masih bayi.

Terkadang, karena cerita suka diulang-ulang, anak-anak jadi hafal deh...

O iya, ternyata banyak lho manfaatnya membacakan cerita kepada anak-anak sebelum tidur, diantaranya:

1. Mengajarkan Nilai Moral Yang Baik

Dengan memilih dongeng yang isi ceritanya bagus, maka akan tertanam nilai-nilai moral yang baik. Setelah mendongeng sebaiknya pendongeng menjelaskan mana yang baik yang patut ditiru dan mana-mana saja yang buruk dan tidak perlu ditiru dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai tindak kenakalan dapat dikurangi dari menanamkan perilaku dan sifat yang baik dari mencontoh karakter ataupun sifat-sifat perilaku di dalam cerita dongeng. Mendongeng mungkin memiliki efek yang lebih baik daripada mengatur anak dengan cara kekerasan (memukul, mencubit, menjewer, membentak, dan lain-lain)

2. Mengembangkan Daya Imajinasi Anak

Sayang sekali saat ini jarang sekali kaset tape atau cd audio dongeng maupun cerita suara yang dijual di toko kaset dan cd. Atau mungkin sudah tidak ada sama sekali. Padahal cerita-cerita dalam bentuk suara dapat membuat anak berimajinasi membayangkan bagaimana jalan cerita dan karakternya. Anak-anak akan terbiasa berimajinasi untuk memvisualkan sesuatu di dalam pikiran untuk menjabarkan atau menyelesaikan suatu permasalahan.

3. Menambah Wawasan Anak-Anak

Anak-anak yang terbiasa mendengar dongeng dari pendongengnya biasanya akan bertambah perbendaharaan kata, ungkapan, watak orang, sejarah, sifat baik, sifat buruk, teknik bercerita, dan lain sebagainya. Berbagai materi pelajaran sekolah pun bisa kita masukkan pelan-pelan di dalam cerita dongeng untuk membantu buah hati kita memahami pelajaran yang diberikan di sekolah.

4. Meningkatkan Kreativitas Anak

Kreatifitas anak bisa berkembang dalam berbagai bidang jika dongeng yang disampaikan dibuat sedemikian rupa menjadi berbobot. Kita pun sah-sah saja apabila ingin menambahkan isi cerita selama tidak merusak jalan cerita sehingga menjadi aneh tidak menarik lagi.

5. Mendekatkan Anak-Anak Dengan Orangtuanya

Terjadinya interaksi tanya jawab antara anak-anak dengan orangtua secara tidak langsung akan mempererat tali kasih sayang. Selain itu tertawa bersama-sama juga dapat mendekatkan hubungan emosional antar anggota keluarga. Apabila sering dilakukan maka bisa menghilangkan hubungan yang kaku antara anak dengan orangtua yang mendongengkan.

6. Menghilangkan Ketegangan / Stress

Jika anak sudah hobi mendengarkan cerita dongeng, maka anak-anak akan merasa senang dan bahagia jika mendengar dongeng. Dengan perasaan senang dan mungkin diiringin dengan canda tawa, maka berbagai rasa tegang, mud yang buruk dan rasa-rasa negatif lain bisa menghilang dengan sendirinya.

7. Membantu perkembangan bicara dan bahasa anak
 Orangtua yang mengajak anaknya berbicara akan direspons oleh otak anak dan berusaha untuk menyerap suara serta bahasa yang digunakan ibunya.Jika kebiasaan mendongengkan anak sebelum tidur ini berlanjut, maka akan mendorong anak untuk berbicara dan mengembangkan kemampuan bahasanya. Cara ini merupakan salah satu teknik belajar yang menyenangkan bagi anak.

8.Membantu anak agar cinta dengan buku
Membacakan sebuah cerita sebelum anak tidur akan membuat anak mencintai buku dan menjadi senang membaca. Jika anak sudah cinta dengan buku, maka anak akan melihat buku sebagai teman yang menyenangkan seperti halnya mainan. Buku merupakan salah satu media aktif yang dapat menjaga kerja otak anak dan membantu anak menjadi lebih kreatif.

9. Membantu anak memiliki pola tidur yang sehat
Ketika anak-anak sudah terbiasa mendengarkan cerita sebelum tidur, maka ritual nyaman ini akan menjadi alarm bagi anak bahwa setelah itu adalah saatnya tidur. Kondisi ini akan membantu anak memiliki jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya, karena itu dianjurkan untuk melakukan rutinitas ini pada jam yang sama sejak anak masih kecil.

Wow... ternyata manfaatnya banyak ya...
Maka marilah bacakan cerita kepada anak-anak, secapek apapun badan kita..

SELAMAT BERCERITA KEPADA ANAK-ANAK